Welcome

Club Cooee

Sabtu, 21 Mei 2011

Sekilas tentang istilah "Downstream"

Assalamuallaikum Wr. Wb.

Setelah Saya di suruh oleh Bpk. Arief Saputra sang master Guru TKJ Saya, untuk mencari arti kata downstream… maka, pikiran saya langsung saja coba ahh Aku tanya ke Pakdhe Google, dan ternyata Pakdhe google memberikan terlalu banyak arti kata “Downstream” ini, dan sangking banyaknya saya tidak dapat meresapi..!!! :D , setelah itu saya coba langsung ke rumah bapak www.total.or.id untuk bertanya langsung kepada Beliau dan ternyata Beliau pun menjelaskan lebih singkat dari Pakdhe Google....,
Okehh langsung ajah



ke isi penjelasan tentang “Downstream” dari bapak total.or.id. “Downstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal melalui sebuah network. “ kemudian, apakah kecepatan aliran data dari komputer lain ke computer local bisa diukur…????
Pengukuran bandwidth selama ini bisa dilakukan dengan software, baik yang gratis maupun yang berbayar. Namun software umumnya "dibatasi" oleh sistem operasinya. Belum lagi jika ada software-software lain yang sedang berjalan, seperti misalnya firewall. Sehingga pengukuran yang dilakukan di komputer yang terhubung ke jaringan seringkali tidak akurat. Solusinya adalah melakukan pengukuran secara hardware langsung di jalur datanya, dalam hal ini di kabel Ethernet UTP.
Commtech BM-1002 adalah sebuah Bandwidth Meter yang bisa digunakan untuk mengukur bandwidth di jaringan. Alat ini dipasang sesudah modem broadband (cable ataupun ADSL) yaitu di keluaran RJ4Snya. Dari situ, ada sebuah kabel lagi yang harus dihubungkan entah ke switch, ke server, atau ke workstation. Pengukuran yang dilakukan dengan cara ini terhitung cukup akurat, karena belum melalui software. Kecuali modemnya memang rusak, kita bisa melihat data yang keluar masuk dari dan ke koneksi Internet kita.
Alat ini bentuknya sederhana, dengan warna oranye. Di bagian mukanya terdapat sebuah layar LCD dengan tampilan yang sederhana, namun informatif. Di situ kita bisa melihat transmisi downstream dan upstream, serta adanya Error, Broadcast, dan Collission. Di bagian bawah terdapat sebuah port daya dan dua port RJ4S (untuk input dan output). Di bagian kiri terdapat switch daya, tombol SAV/CLR, dan tombol Bandwidth/Packets.
Perhatikan bahwa untuk transmisi, BM1002 mengukurnya dengan satuan Kbps (Kilobit per second), bukan KBps (Kilobyte per second). Perhatikan beda antara b kapital dan bukan kapital. Di sini pengetahuan dan nalar Anda diuji. 1 KB (kilobyte) adalah sama dengan 8Kb (kilobit). Sebagian besar ISP mencantumkan kecepatannya dalam satuan Kbps, misalnya 384Kbps. Terlihat besar, namun seringkali salah diartikan sebagai kilobyte. Yang benar, 384Kbps adalah setara dengan 48KBps. Cukup memusingkan? Moga-moga tidak.
Meskipun terlihat sederhana, BM-1002 "diam-diam" memiliki kemampuan yang lumayan. Setelah setiap sepuluh set pengukuran, di layar akan muncul indikator "Peak", yang merupakan titik bandwidth tertinggi, untuk downstream dan upstream. Kemudian juga akan muncul "Average", yang merupakan angka rata-rata.
BM-1002 juga bisa menyimpan angka bandwidth yang dikehendaki. Pada angka yang diinginkan, tekan dan tahan tombol SAV/CLR, hingga di layar keluar "No. X". X adalah angka dari satu hingga delapan belas, yang menunjukkan posisi memori tempat data disimpan. Untuk melihat data tersebut, tekan dan tahan tombol SAV/CLR hingga keluar nomor yang ingin dilihat. Penghapusan data juga dilakukan dengan tombol yang sama.
Tidak hanya dilihat, data yang disimpan tersebut juga bisa dicetak. Untuk itu diperlukan sebuah kabel dengan RJ4S di ujung yang satu, dan DB9 (serial) di ujung satunya lagi. Hubungkan ujung RJ4S ke port Out di BM-1002 dan ujung DB-9 ke komputer. Jalankan aplikasi Hyper Terminal, dan set dengan 9600bps (Bits per second), 8bits (Data bits), 1 (Stop bits), dan None (Flow contron. Jika sudah terhubung, tekan dan tahan tombol SAV/CLR hingga di layar LCD muncul "Pass". Data kemudian bisa disimpan di PC untuk dicetak.
Kesimpulan kami, Commtech BM-1002 ini cocok digunakan para staf TI untuk mengukur bandwidth jaringan mereka, dengan pengoperasian yang mudah, dan ada fasilitas logging. (step/Majalah InfoKomputer edisi Maret 2004)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar